Palembang – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pesantren Jami’atul Qurro’ dan Aishwa Nahla. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat ukhuwah, saling memaafkan, serta menguatkan kembali komitmen para santri dalam menempuh pendidikan di pesantren.
Dalam sambutannya, pengasuh pesantren, KH. Hendro Karnadi, S.Ag. MM menyampaikan pesan mendalam tentang makna Halal Bi Halal sebagai sarana untuk kembali kepada fitrah. Beliau menekankan bahwa momen ini bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah langkah spiritual untuk membersihkan hati dan memulai kembali dari titik nol.
“Melalui Halal Bi Halal ini, mari kita saling memaafkan, menghapus segala kesalahan, dan memulai kembali dari nol. Jangan ada lagi beban di hati, agar langkah kita ke depan menjadi lebih ringan dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan para santri tentang pentingnya kembali ke pondok dengan semangat baru, terutama dalam hal kedisiplinan. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar bagi santri setelah libur adalah kebiasaan menunda-nunda yang seringkali disertai berbagai alasan.
“Kembali ke pondok bukan hanya sekadar hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan niat dan kesungguhan. Jangan menunda-nunda dengan berbagai alasan. Disiplin adalah kunci keberhasilan, baik dalam menuntut ilmu maupun dalam membentuk akhlak,” tegasnya.
Pesan ini menjadi refleksi penting bagi para santri untuk menata kembali pola hidup mereka di lingkungan pesantren. Kedisiplinan tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan oleh orang tua. Selain itu, beliau juga menyoroti peran strategis santri sebagai jembatan antara pihak pesantren dan orang tua. Santri diharapkan mampu menjadi penyambung komunikasi yang baik, menyampaikan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren kepada keluarga, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
“Santri adalah perwakilan pesantren di tengah keluarga. Jadilah jembatan yang baik antara pesantren dan orang tua, sehingga nilai-nilai yang diajarkan di sini dapat terus hidup dan berkembang di lingkungan rumah,” tambahnya.
Kegiatan Halal Bi Halal ini ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar seluruh keluarga besar pesantren senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan, menjaga ukhuwah, serta terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek ilmu maupun akhlak. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai seorang santri.
Berita & Informasi