Pelantikan Asatidz dan Asatidzah serta DEKRAS JQ dan AN: Meneguhkan Amanah, Melanjutkan Khidmat
Palembang — Pondok Pesantren Jami’atul Qurro’ kembali menorehkan satu langkah dalam perjalanan pengabdiannya melalui Pelantikan Asatidz dan Asatidzah, Pelantikan DEKRAS Jami’atul Qurro’ (JQ) dan AN, serta Milad Pondok Pesantren Jami’atul Qurro’.
Kegiatan yang diikuti keluarga besar MA Jami’atul Qurro’ dan MTs Jami’atul Qurro’ ini menjadi momentum untuk memperbarui semangat, menyatukan langkah, sekaligus meneguhkan kembali amanah dalam mendidik dan membina generasi Qur’ani.
Pelantikan DEKRAS JQ dan AN menjadi bagian penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan santri. Amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan, tetapi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, melayani, dan menjadi teladan bagi sesama.
Sementara itu, pelantikan Asatidz dan Asatidzah menjadi penanda adanya perubahan dan pembaruan amanah dalam struktur kepengurusan pesantren. Pergantian jabatan bukan berarti pergantian pengabdian. Justru menjadi pondasi baru untuk melangkah dan kembali berkhidmat dengan semangat yang lebih kuat.
Dalam arahannya, KH. Hendro Karnadi mengingatkan seluruh keluarga besar pesantren tentang pentingnya keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah.
“Di mana ada keikhlasan, di situ ada keajaiban.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun pesantren bukanlah perjalanan singkat. Ada proses, perjuangan, dan pengorbanan yang mungkin tidak selalu terlihat. Namun dengan keikhlasan, setiap langkah memiliki nilai dan setiap amanah menjadi bagian dari ibadah.
Kehadiran para alumni dan tamu undangan turut menambah hangatnya suasana Milad, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan Jami’atul Qurro’ tidak hanya dibangun oleh mereka yang ada hari ini, tetapi juga oleh banyak tangan yang telah berkhidmat di masa lalu.
Kegiatan ditutup dengan doa dan kebersamaan, membawa satu harapan: semoga setiap amanah baru menjadi awal dari pengabdian yang lebih baik.
Karena di Jami’atul Qurro’, jabatan boleh berganti, generasi boleh berganti, tetapi semangat berkhidmat dan mencetak generasi Qur’ani harus terus dilanjutkan.
Berita & Informasi