Semua Berita

KH. Hendro Karnadi, S.Ag., M.M. Dipercaya sebagai Bendahara MUI Sumsel Divisi Seni dan Budaya

01 Oct 2026, 08:49 WIB 87x dibaca
KH. Hendro Karnadi, S.Ag., M.M. Dipercaya sebagai Bendahara MUI Sumsel Divisi Seni dan Budaya
PALEMBANG — Kiprah panjang dalam mengembangkan dakwah melalui seni dan budaya mengantarkan KH. Hendro Karnadi, S.Ag., M.M., Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Jami’atul Qurro’, dan Aishwa Nahla Palembang dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara MUI Sumatera Selatan Divisi Seni dan Budaya. Amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan KH. Hendro Karnadi dalam mengembangkan syiar Islam dengan pendekatan yang kreatif, dekat dengan masyarakat, dan relevan dengan perkembangan zaman. Bagi dirinya, seni dan budaya bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi juga dapat menjadi media dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang indah dan mudah diterima berbagai kalangan. Merintis Hadroh An-Nahla Jauh sebelum seni Islami berkembang begitu marak di tengah masyarakat, KH. Hendro Karnadi telah merintis gerakan seni hadroh di Sumatera Selatan melalui Hadroh An-Nahla. Hadroh An-Nahla menjadi salah satu rintisan penting dalam perjalanan dakwah seni dan budaya yang dikembangkannya. Dari kegiatan tersebut, seni hadroh semakin dikenal dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Kiprahnya kemudian turut menginspirasi tumbuhnya berbagai kelompok hadroh di Sumatera Selatan. Atas kiprah tersebut, Hadroh An-Nahla bahkan dikenal dengan julukan sebagai salah satu pelopor perkembangan hadroh di Sumatera Selatan. Dari panggung-panggung pesantren hingga berbagai kegiatan masyarakat, hadroh kemudian berkembang menjadi bagian dari warna dakwah Islam di Sumatera Selatan. Semangat tersebut terus dikembangkan melalui lagu-lagu Islami, shalawat, seni suara, tilawah, dan berbagai bentuk kreativitas seni bernuansa Qur’ani. Dakwah pun tidak hanya hadir di mimbar, tetapi juga melalui lantunan yang menyentuh hati dan dapat diterima oleh generasi muda. Dari Pesantren Menjangkau Nasional hingga Internasional Sebagai pimpinan pesantren, KH. Hendro Karnadi juga menjadikan seni sebagai bagian dari pembinaan santri. Para santri tidak hanya dibekali ilmu agama dan Al-Qur’an, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas sebagai bagian dari syiar. Perjalanan tersebut kemudian berkembang semakin luas. Karya dan aktivitas seni Islami yang dirintis dari lingkungan pesantren mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan membawa nama Sumatera Selatan dalam berbagai aktivitas seni dan dakwah hingga tingkat nasional dan internasional. Salah satu perkembangan yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan tersebut adalah lahirnya Aishwa Nahla sebagai salah satu wajah dakwah seni Islami dari Sumatera Selatan. Melalui kanal Aishwa Nahla Official, lantunan shalawat dan lagu-lagu Islami kemudian menjangkau jutaan masyarakat melalui platform digital. Data pemantauan kanal menunjukkan Aishwa Nahla Official telah memiliki sekitar 14,6 juta subscriber, lebih dari 6,7 miliar penayangan, dan ratusan video yang dipublikasikan. Kanal tersebut juga tercatat dalam kategori Music dan memiliki basis penonton yang sangat luas. Capaian tersebut menunjukkan bahwa seni Islami memiliki ruang yang sangat besar di era digital. Pesan-pesan kebaikan, shalawat, dan nilai-nilai keislaman dapat hadir melalui media yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Amanah Baru, Harapan Baru untuk Sumatera Selatan Dengan dipercayanya KH. Hendro Karnadi sebagai Bendahara MUI Sumsel Divisi Seni dan Budaya, kiprah panjang tersebut diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang lebih luas. Amanah ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara MUI, pesantren, seniman, budayawan, lembaga pendidikan, dan generasi muda dalam mengembangkan seni dan budaya yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Khususnya di Sumatera Selatan, keberadaan seni Islami diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan, pembinaan karakter, pelestarian budaya, sekaligus media syiar yang mampu menjawab tantangan zaman. Ke depan, KH. Hendro Karnadi diharapkan terus mengambil bagian dalam melahirkan ruang-ruang kreativitas baru bagi generasi muda Sumatera Selatan. Dari pesantren, seni dan budaya diharapkan dapat terus tumbuh menjadi kekuatan dakwah yang menyejukkan, menginspirasi, dan membawa nama baik Sumatera Selatan ke tingkat yang lebih luas. Selamat atas amanah baru yang diberikan. Semoga kepercayaan ini menjadi jalan pengabdian yang semakin luas, memperkuat syiar Islam melalui seni dan budaya, serta menghadirkan karya-karya yang bukan hanya indah didengar dan dilihat, tetapi juga membawa pesan kebaikan dan keberkahan bagi umat.
Bagikan Artikel Ini: